LANGKAH-LANGKAH SUBMIT JURNAL SINTA DAN SCOPUS AGAR PELUANG DITERIMA LEBIH BESAR
Bagi mahasiswa tingkat akhir, dosen, maupun peneliti, publikasi jurnal sering menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang mengira bahwa setelah artikel selesai ditulis Proses publikasi jurnal ilmiah, prosesnya sudah selesai. Padahal, tahapan submit jurnal juga membutuhkan ketelitian agar naskah memiliki peluang lebih besar untuk diterima oleh jurnal tujuan.
Baik jurnal yang terindeks SINTA maupun Scopus memiliki standar penilaian yang berbeda-beda. Oleh karena itu, memahami alur submit jurnal menjadi langkah penting sebelum mengirimkan artikel ilmiah.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah submit jurnal SINTA dan Scopus dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami, terutama bagi Anda yang baru pertama kali melakukan publikasi.

Mengapa Proses Submit Jurnal Tidak Boleh Dilakukan Terburu-buru?
Banyak artikel ditolak bukan karena isi penelitiannya buruk, tetapi karena penulis kurang memperhatikan aturan jurnal. Mulai dari format penulisan yang tidak sesuai, referensi yang kurang lengkap, hingga kesalahan administrasi saat proses submit.
Padahal, editor biasanya melakukan pemeriksaan awal (desk evaluation) sebelum artikel dikirim ke reviewer. Jika sejak awal naskah tidak memenuhi ketentuan, peluang untuk masuk ke tahap review menjadi lebih kecil.
Karena itu, persiapan sebelum submit sama pentingnya dengan proses menyusun penelitian itu sendiri.
1. Tentukan Jurnal yang Sesuai dengan Topik Penelitian
Langkah pertama adalah memilih jurnal yang relevan dengan bidang penelitian Anda.
Jangan hanya melihat apakah jurnal tersebut sudah terindeks SINTA atau Scopus, tetapi perhatikan juga fokus dan ruang lingkup (scope) jurnal. Misalnya, penelitian tentang pendidikan sebaiknya dikirim ke jurnal yang memang membahas dunia pendidikan, bukan ke jurnal ekonomi atau teknik.
Semakin sesuai topik penelitian dengan fokus jurnal, semakin besar kemungkinan artikel diproses lebih lanjut.
2. Pelajari Author Guidelines dengan Teliti
Setiap jurnal memiliki aturan penulisan yang berbeda.
Biasanya, panduan tersebut mencakup:
- Format penulisan artikel.
- Jumlah kata.
- Struktur isi.
- Gaya sitasi.
- Format tabel dan gambar.
- Ketentuan daftar pustaka.
Kesalahan kecil seperti ukuran font, margin, atau format referensi dapat membuat editor meminta revisi bahkan menolak artikel sebelum masuk tahap review.
Karena itu, luangkan waktu untuk membaca panduan penulis secara menyeluruh.
3. Pastikan Artikel Sudah Siap Dipublikasikan
Sebelum menekan tombol submit, lakukan pengecekan kembali terhadap isi artikel.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Judul sudah jelas dan menarik.
- Abstrak menggambarkan isi penelitian.
- Tujuan penelitian tersampaikan dengan baik.
- Metode dijelaskan secara lengkap.
- Hasil dan pembahasan saling berkaitan.
- Kesimpulan menjawab tujuan penelitian.
Jangan lupa melakukan proofreading agar tidak ada kesalahan penulisan maupun tata bahasa.
4. Periksa Tingkat Plagiarisme
Sebagian besar jurnal memiliki batas maksimal persentase kemiripan (similarity).
Oleh karena itu, lakukan pengecekan menggunakan aplikasi plagiarism checker sebelum mengirimkan artikel.
Jika hasil similarity masih tinggi, lakukan parafrase pada bagian yang diperlukan tanpa mengubah makna penelitian.
Ingat, similarity rendah bukan berarti kualitas artikel otomatis baik, tetapi menjadi salah satu syarat administrasi yang wajib dipenuhi.
5. Lengkapi Dokumen Pendukung
Selain artikel utama, beberapa jurnal juga meminta dokumen tambahan seperti:
- Cover letter.
- Surat pernyataan orisinalitas.
- Data penulis.
- ORCID ID.
- Conflict of Interest Statement.
Persiapkan seluruh dokumen tersebut sebelum proses submit agar tidak terburu-buru ketika mengunggah file.
6. Lakukan Registrasi pada Website Jurnal
Mayoritas jurnal menggunakan sistem Open Journal System (OJS) atau platform serupa.
Penulis perlu membuat akun terlebih dahulu dengan mengisi data secara lengkap, seperti:
- Nama lengkap.
- Institusi.
- Email aktif.
- Nomor ORCID (jika diperlukan).
Pastikan email yang digunakan masih aktif karena seluruh komunikasi dengan editor akan dilakukan melalui email tersebut.
7. Upload File Sesuai Urutan
Saat proses submit, biasanya Anda akan diminta mengunggah beberapa file.
Pastikan file yang diunggah sudah benar dan sesuai nama yang diminta.
Beberapa jurnal juga meminta file tanpa identitas penulis (blind review), sehingga nama penulis harus dihapus dari naskah utama.
Kesalahan sederhana seperti ini cukup sering terjadi dan dapat memperlambat proses review.
8. Isi Metadata Artikel dengan Benar
Metadata merupakan informasi yang akan dibaca editor maupun mesin indeks.
Biasanya terdiri dari:
- Judul artikel.
- Nama penulis.
- Abstrak.
- Kata kunci.
- Referensi.
Hindari asal menyalin isi artikel tanpa mengecek kembali. Metadata yang lengkap akan membantu artikel lebih mudah dikenali dalam sistem jurnal.
9. Kirim Artikel dan Pantau Statusnya
Setelah semua tahapan selesai, kirim artikel melalui sistem jurnal.
Selanjutnya, pantau status artikel secara berkala.
Status yang umum dijumpai antara lain:
- Submission Received
- Under Review
- Revision Required
- Accepted
- Rejected
Jika editor meminta revisi, kerjakan sesuai catatan reviewer dan kirim kembali sebelum batas waktu yang ditentukan.
10. Jangan Takut Jika Mendapat Revisi
Banyak penulis pemula menganggap revisi sebagai tanda bahwa penelitiannya gagal.
Padahal, revisi merupakan bagian normal dari proses publikasi ilmiah.
Reviewer memberikan masukan agar kualitas artikel menjadi lebih baik sebelum diterbitkan.
Selama revisi dikerjakan dengan baik dan argumentasi yang diberikan kuat, peluang artikel diterima tetap terbuka.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Submit Jurnal
Beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan penulis antara lain:
- Mengirim artikel ke jurnal yang tidak sesuai bidang.
- Tidak membaca author guidelines.
- Daftar pustaka tidak rapi.
- Similarity masih tinggi.
- Metadata tidak lengkap.
- Mengabaikan komentar reviewer.
- Terburu-buru mengirim artikel tanpa pengecekan akhir.
Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut dapat meningkatkan peluang artikel diproses lebih cepat.
Penutup
Submit jurnal SINTA maupun Scopus bukan sekadar mengunggah file ke sistem jurnal. Ada banyak tahapan yang perlu dipersiapkan mulai dari memilih jurnal yang tepat, memastikan kualitas artikel, mengikuti format penulisan, hingga menanggapi revisi dari reviewer dengan baik.
Semakin teliti proses persiapannya, semakin besar pula peluang artikel untuk diterima dan dipublikasikan. Jadikan setiap proses publikasi sebagai kesempatan untuk belajar, memperbaiki kualitas penelitian, dan meningkatkan kemampuan menulis ilmiah. Teruslah mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan jangan ragu mencoba karena setiap pengalaman akan menjadi bekal berharga untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih baik di masa depan.
