MENGENAL UJI KORELASI SPEARMAN DAN KENDALL TAU: CARA MUDAH MENGETAHUI HUBUNGAN ANTAR DATA PENELITIAN
Dalam sebuah penelitian mengenal uji korelasi spearman dan kendall tau, kita sering ingin mengetahui apakah dua variabel memiliki hubungan. Misalnya, apakah semakin tinggi motivasi belajar seseorang maka semakin baik pula nilai akademiknya? Atau apakah tingkat kepuasan pelanggan berhubungan dengan loyalitas mereka terhadap suatu produk?
Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, peneliti biasanya menggunakan uji korelasi. Namun, tidak semua data dapat dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Ada kalanya data yang dimiliki berbentuk peringkat (ranking), skala ordinal, atau bahkan tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Pada kondisi seperti ini, Uji Korelasi Spearman dan Kendall Tau menjadi pilihan yang tepat.
Artikel ini akan membahas kedua metode tersebut dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami, terutama bagi mahasiswa maupun peneliti yang baru belajar analisis data.

Apa Itu Uji Korelasi?
Secara sederhana, uji korelasi adalah metode statistik yang digunakan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara dua variabel. Hubungan tersebut bisa berupa hubungan positif, negatif, ataupun tidak ada hubungan sama sekali.
Sebagai contoh:
- Semakin tinggi tingkat kepuasan kerja, semakin tinggi pula produktivitas karyawan.
- Semakin sering seseorang berolahraga, semakin baik kondisi kesehatannya.
Melalui uji korelasi, peneliti tidak hanya mengetahui ada atau tidaknya hubungan, tetapi juga seberapa kuat hubungan tersebut.
Kapan Menggunakan Uji Spearman?
Uji Korelasi Spearman atau Spearman Rank Correlation digunakan ketika data tidak memenuhi syarat untuk menggunakan korelasi Pearson. Biasanya metode ini digunakan jika:
- Data berbentuk ordinal atau ranking.
- Data tidak berdistribusi normal.
- Hubungan antar variabel bersifat monotonik, yaitu cenderung naik atau turun secara konsisten meskipun tidak selalu membentuk garis lurus.
Contohnya adalah penelitian mengenai hubungan antara tingkat kepuasan pelanggan dengan kualitas pelayanan menggunakan skala Likert.
Karena data dari skala Likert termasuk data ordinal, Spearman menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan.
Apa Itu Uji Kendall Tau?
Selain Spearman, terdapat juga Uji Kendall Tau. Sekilas keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu mengukur hubungan antar dua variabel nonparametrik.
Perbedaannya terletak pada cara perhitungan dan kondisi data yang dianalisis.
Kendall Tau umumnya lebih cocok digunakan apabila:
- Jumlah sampel relatif kecil.
- Banyak ditemukan nilai yang sama (ties) pada data.
- Peneliti menginginkan hasil yang lebih stabil terhadap data ordinal.
Karena mempertimbangkan pasangan data yang memiliki urutan sama maupun berbeda, Kendall Tau sering dianggap memberikan estimasi hubungan yang lebih konservatif dibandingkan Spearman.
Perbedaan Spearman dan Kendall Tau
Walaupun tujuan keduanya sama, terdapat beberapa perbedaan yang perlu dipahami.
Spearman
- Menggunakan peringkat data.
- Cocok untuk jumlah sampel sedang hingga besar.
- Lebih sering digunakan dalam penelitian sosial, pendidikan, dan bisnis.
- Proses perhitungannya relatif sederhana.
Kendall Tau
- Menggunakan konsep pasangan data yang selaras (concordant) dan tidak selaras (discordant).
- Sangat baik untuk jumlah sampel kecil.
- Lebih akurat jika banyak terdapat nilai yang sama.
- Nilai koefisien biasanya lebih kecil dibandingkan Spearman.
Pemilihan metode sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik data yang dimiliki agar hasil analisis menjadi lebih tepat.
Cara Membaca Hasil Uji Korelasi
Setelah melakukan analisis menggunakan software statistik seperti SPSS, biasanya akan muncul dua informasi penting, yaitu nilai koefisien korelasi dan nilai signifikansi (Sig.).
Koefisien korelasi menunjukkan seberapa kuat hubungan antara dua variabel.
Sebagai gambaran umum:
- 0,00–0,19 menunjukkan hubungan sangat lemah.
- 0,20–0,39 menunjukkan hubungan lemah.
- 0,40–0,59 menunjukkan hubungan sedang.
- 0,60–0,79 menunjukkan hubungan kuat.
- 0,80–1,00 menunjukkan hubungan sangat kuat.
Sementara itu, nilai signifikansi digunakan untuk menentukan apakah hubungan tersebut benar-benar signifikan secara statistik. Umumnya, jika nilai Sig. kurang dari 0,05, maka hubungan antar variabel dinyatakan signifikan.
Contoh Penggunaan dalam Penelitian
Bayangkan seorang mahasiswa ingin mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media pembelajaran online dengan motivasi belajar mahasiswa.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Setelah dilakukan uji normalitas, ternyata data tidak berdistribusi normal.
Dalam kondisi seperti ini, Uji Korelasi Spearman menjadi pilihan yang tepat karena mampu mengukur hubungan antar variabel tanpa harus memenuhi asumsi normalitas.
Sementara itu, jika jumlah responden hanya sekitar 20 orang dan terdapat banyak skor yang sama, maka Kendall Tau dapat memberikan hasil yang lebih sesuai.
Mengapa Penting Memahami Kedua Uji Ini?
Banyak peneliti pemula langsung menggunakan metode statistik tanpa memahami karakteristik datanya. Akibatnya, hasil penelitian menjadi kurang valid atau bahkan menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Dengan memahami kapan menggunakan Spearman dan kapan menggunakan Kendall Tau, peneliti dapat memilih metode analisis yang sesuai sehingga hasil penelitian menjadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, pemahaman mengenai kedua uji ini juga akan membantu saat menyusun skripsi, tesis, maupun penelitian ilmiah lainnya. Analisis data bukan hanya tentang menjalankan software statistik, tetapi juga memahami alasan di balik pemilihan metode yang digunakan.
Penutup
Uji Korelasi Spearman dan Kendall Tau merupakan dua metode statistik nonparametrik yang sama-sama digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel ketika data tidak memenuhi asumsi tertentu, seperti distribusi normal. Meskipun memiliki tujuan yang sama, keduanya memiliki karakteristik dan kondisi penggunaan yang berbeda.
Memahami perbedaan kedua metode ini akan membantu peneliti memilih teknik analisis yang paling sesuai sehingga hasil penelitian menjadi lebih valid dan mudah dipertanggungjawabkan. Semakin sering mempelajari berbagai metode analisis data, semakin percaya diri pula kita dalam menyusun penelitian yang berkualitas.
Teruslah belajar dan mengembangkan kemampuan analisis data. Pengetahuan statistik bukan hanya berguna untuk menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan berdasarkan data di dunia kerja maupun dunia profesional.
