SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW DENGAN PRISMA: PANDUAN SEDERHANA AGAR PENELITIAN LEBIH TERSTRUKTUR
Bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti, mencari referensi bukan sekadar mengumpulkan banyak jurnal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana memilih sumber yang benar-benar relevan, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di sinilah Training SLR dengan PRISMA menjadi salah satu metode yang banyak digunakan.
Salah satu pedoman yang paling populer dalam melakukan SLR adalah PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Metode ini membantu peneliti menyusun proses pencarian hingga pemilihan jurnal secara transparan sehingga hasil penelitian menjadi lebih terpercaya.
Lalu, apa sebenarnya SLR dengan PRISMA itu? Bagaimana cara menerapkannya? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Systematic Literature Review (SLR)?
Systematic Literature Review atau SLR adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menyeleksi, mengevaluasi, dan menganalisis berbagai penelitian sebelumnya secara sistematis.
Berbeda dengan literature review biasa yang sering kali hanya merangkum beberapa referensi, SLR memiliki prosedur yang jelas mulai dari menentukan kata kunci, memilih database jurnal, hingga menetapkan kriteria artikel yang layak digunakan.
Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengurangi bias dalam pemilihan referensi sehingga hasil kajian menjadi lebih objektif.
Mengenal PRISMA
PRISMA merupakan pedoman internasional yang digunakan untuk melaporkan proses systematic review secara lebih terbuka dan terstruktur.
Melalui PRISMA, pembaca dapat mengetahui bagaimana peneliti menemukan artikel, berapa banyak jurnal yang diperoleh, alasan suatu artikel dikeluarkan, hingga jumlah penelitian yang akhirnya dianalisis.
Biasanya, proses tersebut divisualisasikan dalam bentuk PRISMA Flow Diagram, sehingga setiap tahapan dapat dipahami dengan mudah.
Mengapa PRISMA Banyak Digunakan?
Ada beberapa alasan mengapa PRISMA menjadi standar dalam banyak penelitian ilmiah, di antaranya:
1. Membuat Proses Penelitian Lebih Transparan
Semua langkah pencarian referensi dijelaskan secara rinci. Hal ini membuat penelitian lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap hasil yang diperoleh.
2. Mengurangi Risiko Bias
Dengan adanya kriteria yang telah ditentukan sejak awal, pemilihan jurnal tidak dilakukan secara subjektif. Peneliti hanya menggunakan artikel yang benar-benar sesuai dengan tujuan penelitian.
3. Memudahkan Replikasi Penelitian
Jika suatu saat peneliti lain ingin melakukan penelitian serupa, mereka dapat mengikuti prosedur yang sama karena seluruh proses telah terdokumentasi dengan baik.
4. Meningkatkan Kualitas Kajian
Hasil analisis menjadi lebih kuat karena berasal dari kumpulan penelitian yang telah melalui proses seleksi secara sistematis.
Tahapan Melakukan SLR Menggunakan PRISMA
Walaupun terlihat rumit, sebenarnya alur kerja PRISMA cukup mudah dipahami. Berikut langkah-langkah yang umumnya dilakukan.
Menentukan Pertanyaan Penelitian
Langkah pertama adalah menetapkan fokus penelitian. Pertanyaan penelitian harus spesifik agar pencarian referensi tidak terlalu luas.
Misalnya, jika membahas pembelajaran berbasis teknologi, tentukan apakah fokusnya pada efektivitas, metode pembelajaran, atau dampaknya terhadap hasil belajar.
Menentukan Kata Kunci
Kata kunci menjadi dasar dalam mencari jurnal di berbagai database ilmiah seperti Google Scholar, Scopus, atau ScienceDirect.
Gunakan kombinasi beberapa kata kunci agar hasil pencarian lebih relevan.
Mencari Artikel
Selanjutnya lakukan pencarian menggunakan database terpercaya. Pada tahap ini biasanya akan ditemukan puluhan hingga ratusan artikel yang masih perlu diseleksi.
Menyaring Artikel
Tidak semua artikel dapat langsung digunakan. Peneliti perlu menentukan kriteria inklusi dan eksklusi, misalnya:
- Tahun publikasi tertentu.
- Menggunakan bahasa tertentu.
- Topik sesuai dengan penelitian.
- Artikel berasal dari jurnal ilmiah.
Artikel yang tidak memenuhi syarat akan dikeluarkan dari proses analisis.
Menilai Kualitas Penelitian
Setelah lolos seleksi awal, setiap artikel dievaluasi kembali berdasarkan kualitas metodologi, validitas data, dan relevansi terhadap penelitian.
Langkah ini penting agar referensi yang digunakan benar-benar memiliki kualitas akademik yang baik.
Melakukan Analisis
Tahap terakhir adalah menganalisis seluruh hasil penelitian yang telah dipilih. Peneliti kemudian mencari pola, persamaan, perbedaan, hingga kesenjangan penelitian yang masih dapat dikembangkan pada penelitian berikutnya.
Tantangan Saat Menggunakan PRISMA
Meskipun sangat membantu, penggunaan PRISMA juga memiliki beberapa tantangan.
Salah satunya adalah proses pencarian artikel yang cukup memakan waktu. Peneliti harus membaca banyak abstrak bahkan keseluruhan artikel sebelum menentukan apakah jurnal tersebut layak digunakan.
Selain itu, menyusun kriteria seleksi yang tepat juga membutuhkan ketelitian. Jika kriterianya terlalu sempit, jumlah artikel yang diperoleh bisa sangat sedikit. Sebaliknya, jika terlalu luas, proses analisis akan menjadi lebih berat.
Karena itu, perencanaan sejak awal menjadi faktor penting dalam keberhasilan systematic literature review.
Tips Agar SLR Lebih Efektif
Beberapa hal berikut dapat membantu proses SLR menjadi lebih mudah.
- Tentukan pertanyaan penelitian yang jelas.
- Gunakan kombinasi kata kunci yang relevan.
- Manfaatkan lebih dari satu database jurnal.
- Catat seluruh proses pencarian referensi.
- Simpan data artikel menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero.
- Dokumentasikan alasan setiap artikel diterima atau ditolak agar sesuai dengan alur PRISMA.
Dengan langkah-langkah tersebut, proses penyusunan literature review akan lebih rapi dan efisien.
Penutup
Systematic Literature Review dengan PRISMA bukan hanya membantu menyusun tinjauan pustaka yang lebih sistematis, tetapi juga meningkatkan kualitas penelitian secara keseluruhan. Dengan proses yang transparan, seleksi referensi yang objektif, serta analisis yang terstruktur, hasil penelitian akan memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat dan mudah dipertanggungjawabkan.
Jika Anda sedang belajar menyusun penelitian atau ingin meningkatkan kemampuan dalam melakukan kajian ilmiah, jangan ragu untuk terus memperdalam wawasan tentang berbagai metode penelitian. Semakin banyak ilmu dan keterampilan yang dipelajari, semakin besar pula peluang untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi banyak orang.
