BINGUNG MENENTUKAN NOVELTY DISERTASI? INI CARA MENEMUKAN KEBAHARUAN PENELITIAN YANG TEPAT

Menempuh pendidikan doktor bukan hanya tentang menyelesaikan disertasi, tetapi juga menghasilkan penelitian yang memiliki nilai kebaruan atau novelty. Sayangnya, masih banyak mahasiswa S3 yang merasa bingung ketika dosen pembimbing meminta mereka menunjukkan letak kebaruan dari penelitian yang sedang dikerjakan dan Kebaruan penelitian disertasi.

Tidak sedikit pula yang mengira bahwa novelty berarti harus menemukan teori baru atau menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sama sekali. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Kebaruan dalam disertasi bisa muncul dari berbagai aspek, mulai dari metode penelitian, objek penelitian, variabel, hingga cara menganalisis data.

Lalu, bagaimana cara menentukan novelty agar disertasi memiliki kontribusi ilmiah dan lebih siap menghadapi ujian? Berikut penjelasannya.

https://www.andiazhar.com/2023/05/mengungkap-novelty-dalam-karya-ilmiah.html

Apa Itu Novelty dalam Disertasi?

Novelty atau kebaruan adalah kontribusi baru yang diberikan sebuah penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, penelitian yang dilakukan tidak sekadar mengulang penelitian sebelumnya, tetapi mampu menawarkan sudut pandang, temuan, atau solusi yang berbeda.

Novelty menjadi salah satu aspek penting karena penelitian doktor diharapkan mampu memperkaya ilmu pengetahuan, bukan hanya mengonfirmasi hasil penelitian yang sudah ada.

Oleh karena itu, sebelum mulai menyusun disertasi, penting untuk mengetahui di mana letak kontribusi penelitian yang akan dilakukan.

Mengapa Novelty Sangat Penting?

Banyak mahasiswa fokus mengumpulkan data dan menyusun bab demi bab, tetapi lupa memastikan apakah penelitian mereka benar-benar memiliki nilai tambah.

Padahal, novelty menjadi salah satu alasan mengapa sebuah disertasi dianggap layak atau belum layak. Penelitian dengan kebaruan yang jelas biasanya lebih mudah dipertanggungjawabkan karena memiliki alasan kuat mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan.

Selain itu, novelty juga membantu peneliti:

  • Menunjukkan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
  • Menghindari penelitian yang hanya mengulang studi terdahulu.
  • Memberikan solusi baru terhadap suatu permasalahan.
  • Memperkuat kualitas publikasi ilmiah.

Cara Menemukan Novelty dalam Disertasi

Menentukan kebaruan bukan pekerjaan yang instan. Dibutuhkan proses membaca, menganalisis, dan membandingkan berbagai penelitian terdahulu. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Perbanyak Membaca Artikel Ilmiah Terbaru

Langkah pertama adalah membaca jurnal internasional maupun nasional yang relevan dengan topik penelitian.

Fokuslah pada artikel yang terbit dalam lima tahun terakhir karena biasanya menggambarkan perkembangan penelitian terbaru. Dari sana, Anda bisa melihat tren penelitian, metode yang digunakan, hingga rekomendasi penelitian lanjutan.

Semakin banyak referensi yang dipelajari, semakin mudah menemukan celah penelitian yang masih bisa dikembangkan.

2. Identifikasi Research Gap

Research gap adalah kesenjangan antara penelitian yang sudah dilakukan dengan masalah yang masih belum terjawab.

Misalnya, banyak penelitian membahas kepuasan pelanggan pada perusahaan besar, tetapi belum banyak yang mengkaji UMKM berbasis digital. Celah seperti inilah yang dapat dijadikan dasar untuk menyusun novelty.

Research gap sering kali muncul pada bagian saran penelitian (future research) dalam jurnal ilmiah.

3. Gunakan Pendekatan atau Metode yang Berbeda

Novelty tidak selalu berasal dari topik baru. Menggunakan metode analisis yang berbeda juga dapat menjadi nilai kebaruan.

Sebagai contoh, penelitian sebelumnya menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan penelitian Anda menggabungkannya dengan metode kualitatif sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam.

Pendekatan baru sering kali mampu memberikan perspektif yang belum pernah dijelaskan sebelumnya.

4. Tambahkan Variabel Baru

Cara lain untuk menciptakan novelty adalah dengan memasukkan variabel yang belum banyak digunakan.

Misalnya, penelitian mengenai kepuasan kerja biasanya menggunakan variabel motivasi dan kepemimpinan. Anda dapat menambahkan variabel seperti kecerdasan digital, work-life balance, atau psychological safety apabila relevan dengan perkembangan saat ini.

Penambahan variabel harus tetap memiliki dasar teori yang kuat agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

5. Pilih Objek Penelitian yang Berbeda

Objek penelitian juga dapat menjadi sumber kebaruan.

Contohnya, penelitian mengenai perilaku konsumen mungkin sudah banyak dilakukan pada perusahaan manufaktur. Namun, penelitian pada startup, industri kreatif, atau sektor ekonomi digital masih memiliki banyak peluang untuk dieksplorasi.

Perbedaan karakteristik objek penelitian sering kali menghasilkan temuan yang unik.

6. Bandingkan Hasil Penelitian Sebelumnya

Setelah membaca banyak jurnal, buatlah tabel perbandingan yang berisi:

  • Peneliti
  • Tahun penelitian
  • Variabel
  • Metode
  • Objek penelitian
  • Hasil penelitian
  • Kelemahan penelitian

Cara sederhana ini akan membantu melihat pola sekaligus menemukan bagian mana yang masih bisa dikembangkan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menentukan Novelty

Ada beberapa kesalahan yang cukup sering dilakukan mahasiswa ketika menyusun disertasi, di antaranya:

  • Menganggap mengganti lokasi penelitian sudah cukup menjadi novelty.
  • Tidak membaca penelitian terbaru.
  • Hanya mengikuti penelitian terdahulu tanpa melakukan pengembangan.
  • Tidak mampu menjelaskan kontribusi penelitian secara jelas.
  • Memilih topik yang sudah terlalu banyak diteliti tanpa adanya pembeda.

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat membuat penelitian terlihat kurang memiliki kontribusi ilmiah.

Tips Agar Novelty Lebih Mudah Diterima

Agar kebaruan penelitian lebih mudah dipahami oleh dosen pembimbing maupun penguji, cobalah menjelaskan novelty secara sederhana.

Tuliskan secara spesifik apa yang membedakan penelitian Anda dengan penelitian sebelumnya. Jangan hanya mengatakan bahwa penelitian “berbeda”, tetapi jelaskan letak perbedaannya, baik dari sisi teori, metode, objek, variabel, maupun hasil yang ingin dicapai.

Semakin jelas penjelasannya, semakin mudah pula orang lain memahami kontribusi penelitian tersebut.

Penutup

Menentukan novelty dalam disertasi memang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kemampuan menganalisis berbagai penelitian terdahulu. Namun, proses tersebut akan membantu menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas dan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Jangan terburu-buru menentukan topik tanpa melakukan kajian pustaka yang mendalam. Semakin banyak referensi yang dipelajari, semakin besar peluang menemukan ide penelitian yang benar-benar memiliki nilai kebaruan.

Teruslah mengasah kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan melalui membaca, berdiskusi, dan mengikuti berbagai kegiatan akademik. Setiap proses belajar akan menjadi bekal berharga untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi banyak orang.